Monday, 13 August 2018

Cara menggunakan indikator moving average


Indikator Moving Average (MA) merupakan indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan tren arah pergerakan harga saham menggunakan rata2 pergerakan harga selama perioda tertentu. Kalau Anda cermati definisi diatas, akan didapatkan dua pemahaman. Pertama. Kecenderungan tren. Kedua. Rata2 harga saham. Kecenderungan tren artinya indikator MA sering sekali digunakan untuk menentukan tren harga saham, baik tren naik maupun tren turun, ataupun menentukan arah pembalikan tren dari bullish menuju bearish dan sebaliknya. Rata2 harga saham artinya perhitungan indikator MA didapatkan dari rerata harga saham selama perioda jangka waktu tertentu yang sudah Anda tentukan. Bagaimana cara menghitung dan membaca indikator MA Kita bahas ilustrasi dibawah ini. Misalkan Anda menggunakan indikator MA 5. Apa artinya MA 5 MA 5 artinya adalah: Rata2 pergerakan harga saham selama 5 HARI TERAKHIR, kemudian hasilnya akan dibagi 5 untuk mendapatkan nilai MA. Ilustrasinya, misalkan ada 5 harga saham sebagai berikut: 700 750 800 850 900 4.000 5 800. Jaly pada hari perdagangan berikutnya harga penutupannya adalah 950, maka perhitungan MA 5 akan berlanjut sebagai berikut: 750 800 850 900 950 4,250 5 850. Lalu angka2 tersebut Diambil dari mana Bukannya harga saham terdiri dari Open, High, Low dan Close Penggunaan indikator MA pada umumnya akan menggunakan nilai harga penutupan (fechando), karena harga penutupan merupakan harga terakhir, yang sudah tidak mungkin berubah-ubah lagi. Berikut adalah gambaran indikator MA. Peratikan garis orange diatas. Garis tersebut adalah garis MA. Garis MA selalu berdekatan dengan candlestick, karena MA berfungsi sebagai garis tren. SMA, WMA e EMA Indikator MA dibagi lagi menjadi 3, yaitu Simple MA (SMA), dan MA ponderada (WMA), MA exponencial (EMA). Apa perbedaan ketiganya, dan MA manakah yang paling baik SMA merupakan MA yang menggunakan bobot perhitungan yang sama untuk setiap hari. Jadi, kalau pada contoh diatas, saya menggunakan contoh MA 5, maka bobot perhitungan 5 hari adalah sama. Lalu, apa bedanya SMA dengan WMA WMA seakan memperbaiki kelemahan yang ada pada SMA, dengan menekankan bobot perhitungan yang berbeda untuk setiap hari. Apa maksudnya Saya tanya kepada Anda: Harga saham 30 hari lalu dengan harga saham kemarin mana yang memiliki bobot lebih besar dan kuat dalam memprediksi harga masa depan Saya yakin Anda sependapat dengan saya, hari kemarin bobotnya pasti lebih besar ketimbang harga 30 hari lalu dalam memprediksi harga Saham masa mendatang. Harga kemarin lebih atualizar untuk menggambarkan sinyal harga masa yang akan datang ketimbang menggunakan harga saham 30 hari lalu. Itulah mengapa para analisar selalu merekomendasikan saham menggunakan patokan harga kemarin, bukan harga 30 hari lalu. WMA menghitung bobot hari terakhir tidak sama dengan 30 hari lalu, demikian juga bobot hari ini akan lebih besar ketimbang hari kemarin. Inilah yang tidak diatur oleh SMA. SMA menggunakan bobot yang sama untuk setiap hari. WMA e EMA adalah penyempurnaan dari SMA. Mengapa diberikan pembobotan hari yang berbeda Karena pembobotan hari yang sama pada tiap perioda SMA membuat terjadinya keterlambatan perubahan sinyal tren. Lalu bagaimana dengan EMA EMA pada dasarnya sama dengan WMA, memberikan bobot penilain yang berbeda untuk setiap perioda. Hanya bedanya, kalau pada WMA bobot nilai terakhir akan semakin besar jika perioda yang digunakan semakin panjang. Pada EMA, semakin besar perioda yang digunakan pembobotan nilai hari terakhir semakin kecil. Kalau Anda perhatikan ketiga grafik MA diatas (garis orange), saya menggunakan MA 20. Perbedaannya, pada garis EMA de WMA terlihat lebih dekat pada harga saham (candelabro) ketimbang SMA. Dengan kata lain, EMA sebenarnya lebih sensitif ketimbang SMA, dan WMA lebih sensitif ketimbang EMA, karena lebih dekat ke pergerakan harga. EMA da WMA memberikan sinyal yang lebih cepat tapi kelemahannya akan lebih sering terjadi falso sinal. Sedangkan garis SMA memberikan sinyal lebih lambat namun SMA dapat meminimalkan falso sinal. Lalu dari ketiganya, manakah yang terbaik Semua tergantung tipikal Anda. Kalau Anda tipe trader yang principal aman dengan gama trading lebih panjang, Anda bisa menggunakan SMA. Kalau Anda adalah tipikal comerciante yang ingin trading lebih pendek, Anda bisa menggunakan EMA da WMA. Cara membaca SMA, EMA da WMA sebenarnya sama saja. Oleh karena itu, dalam pos ini dan pos2 selanjtunya saya sebut sebagai MA. Biasanya SMA sering dipakai karena sifatnya yang lebih aman dibandingkan EMA da WMA. Bagaimana implikasi garis MA lebih lanjut Perioda MA mana yang paling efektif Silahkan lanjut baca ke parte berikutnya: Cara Menggunakan Indikator Média móvel - Parte II. beBisnis lah - Salah satu Indikator Forex yang paling populer digunakan para trader untuk analisa teknikal adalah Media de movimentação atau biasa Disingkat MA. Indikator ini sangat lah poderoso dimana fungsinya adalah sebagai indikator yang menghitung atau menampilkan hata rata-rata de satu mata uang pada periode tertentu. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini. Moving Average TimeFrame 30M garis warna kuning. MA10 pada TimeFrame 30M garis warna biru muda (aqua): MA24 pada TimeFrame 30M Saat Candlestick berada di atas garis-garis MA, maka tendência no mercado. Pada dasarnya MA dibagi menjadi 3 (tiga) macam yaitu Simples, exponencial e média móvel ponderada. Tapi yang sering dan paling populer dipakai dan diajarkan ke trader adalah Simple Moving Average (SMA) seperti beberapa contoh gambar di atas. Cara men-setting indikator gráfico de diário móvel MT4: 1. Menyisipkan MA ke Chart, ada 2 (dua) cara yaitu: Di menu paling atas menu utama. Klik Insertsisipkan - indikator - tendência - média móvel Di menu barisan ke dua tools bar. Lihat gambar di bawah ini. Pilih Indikator - Tendência - Média Mínima Silahkan pilih mana cara yang menurut Anda nyaman. Nah, sekarang kita menentukan pada periode dan pada TimeFrame berapa kita akan memasang média móvel. 2. Cara menentukan Periode pada TimeFrame (TF) yang akan Anda digunakan: Jika di TF H1, Anda ingin melihat harga rata-rata di setiap 12 jam nya maka ketik 12 di periode. Tentukan juga warna garis MA nya dan jenis garis (sólido, putus-putus dll) Jika ingin tahu harga rata-rata 12 jam di TF 30M, maka hitungannya jadi 12x60 menit7203024. Jadi, MA 12 jam di TF 30M adalah 24 maka ketik 24 di periode Jika di TF H1, Anda ingin harga rata-rata de 5 jam terakhir, maka MA 5 yang digunakan Jika di TF 30M, maka 5x603003010. Jadi MA 10 akan menunjukkan pergerakan harga rata-rata de 5 jam terakhir Begitu lah caranya menentukan Periode MA pada TimeFrame tertentu yang Anda inginkan. Jika Anda seorang scalper maka biasakan menggunakan TF 5M, 15M e 30M. Jadi jangan sampai salah menentukan periode MA nya. Oke, sampai di sini kita sudah tahu cara menggunakan Média móvel do que a classificação de homens nya di chart MT4. Lalu bagaimana cara membaca atau mengetahui tendência apa yang sedang terjadi dan dimana área apoio resistência nya jika menggunakan Movendo Média Cara pertama adalah yang sudah disimpulkan pada gambar di awal pembahasan. Namun sayang nya área de apoio dan resistência nya masih kurang begitu jelas, kita tidak mungkin bisa dengan mudah buysel saja. Oleh karena itu harus dibutuhkan cara lain yaitu sebagi berikut: Dengan menggunakan 1 (satu) garis atau sebuah Mudança média saja Satu buah Média móvel Dilihat dari gambar dapat ditarik kesimpulan bahwa: Saat candlestick menembus garis MA dari bawah maka tendência akan naik dan área resistência de suporte Kita adalah di garis MA, jika ada castiçal yang terbuat baru maka disitu lah kita siap-siap COMPRAR Saat candlestick menembus garis MA dari atas maka tendência akan turun dan saat ada candelabro yang terbentuk baru menurun maka kita siap-siap VENDER Menggunakan 2 (dua) Buah Mudança Média dengan Periode yang berbeda Dua buah Média Móvel Dilihat dari gambar di atas dapat disimpulkan: Jika MA cepat menembus MA lambat dari bawah sehingga terjadi persilangan antara dua buah MA berbeda Periode maka akan terjadi TREND NAIK dan saat satu candelabro terbentuk maka kita siap - Siap COMPRAR Jika MA cepat menembus MA lambat dari atas, terjadi persilangan maka akan terjadi TREND TURUN dan saat satu candelabro Terbentuk maka kita siap-siap VENDE Oke, jika masih ada yang kurang jelas tentang Cara Menggunakan Indikator Moving Average silahkan sampaikan di kolom komentar yang sudah disediakan. Terimakasih dan salam sukses buat semuanya. Moving Average Indikator Moving Average, sering disingkat MA, adalah indiaktor yang cukup populer di kalangan trader. Bahkan banyak comerciante yang sangat menggantungkan diri pada jenis indikator ini saja. Indikator MA menghitung pergerakan hata rata-rata dari suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu, misalnya dalam waktu 5 hari, 20 hari, atau 100 hari. Dados de misalnya harga sampai 5 hari yang lalu dijumlah, kemudian hasilnya dibagi 5. Hasilnya adalah suatu garis rata-rata (média móvel simples) yang digambar bersama dengan grafik harga. Ada banyak variasi MA yang digunakan dalam Análise Teknikal, yaitu: Média de Movimento Simples (SMA) Média de Movimento Ponderada Linear (WMA) Média de Movimento Exponencial (EMA) Média de Movimento Suavizada Cara penggunaan semua média móvel tersebut sama. Perbedaannya ada di tingkat sensitivitas yang diberikan masing-masing indikator tersebut, karena cara perhitungan yang berbeda. Kalau SMA hanya rata-rata biasa, WMA e EMA diberi bobot penilaian berbeda. Sehingga dari pembobotan ini dihasilkan nilai rata-rata yang berbeda. Dari keempat Movendo diatas médias, yang paling sensitif adalah WMA, EMA, SMA e danificado com paladar tidak sensitive adalah Smooth Mover Average. Paling tidak sensitif dalam arti paling cepat merespon perubahan harga. Karena sifatnya ini, WMA e EMA banyak dipakai oleh para trader, terutama yang bertransaksi jangka pendek. Sedangkan Suavizado Mudança Média elbih cocok dipakai oleh investidor jangka panjang. Penggunaan Mudança média média móvel digunakan untuk berbagai hal, yaitu: Mengidentifikasi tendência sekarang Mengetahui pembalikan arah tendência (reversão) Menentukan nível de suporte dan resistência Di dalam penggunaan Média móvel, Anda bisa menggunakan satu MA, dua MA atau bahkan tiga MA atau lebih. Berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu penggunaan MA yang paling sederhana, yaitu menggunakan hanya 1 buah MA. Tendência de Untuk mengetahui arah, dengan mudah anda dapat melihat pada posisi média móvel de terhadap harga, di atas atau di bawahnya. Sedangkan untuk menentukan titik inversão dapat dilihat saat harga menembus média móvel. Cara lain mengidentifikasi tendência adalah denganmenggunakan dua buah Mudança média yang berbeda periode. Misalnya MA (5) dan MA (20). Posisi MA periode yang lebih pendek terhadap MA periode yang lebih panjang, apakah di atas atau di bawah, akan menentukan trend yang sedang terjadi. Sedangkan untuk menentukan kapan pembalikan arah tendência dapat dilihat dari perpotongan antara dua MA. Jika periode yang digunakan relativo pendek, misalnya 5 dan 20, dapat memberi sinyal pembalikan arah jangka pendek. Untuk sinyal jangka panjang, misalnya digunakan MA dengan periode 50 dan 200. Kegunaan lain dari Moving Average adalah sebagai level support dan resistance. Bila harga bergerak mendekati Moving Average, seringkali harga mental kembali, sehingga seolah-olah Moving Average bertindak seperti level support dan resistance. Dengan sifat harga yang sering mental seperti itu, sebaiknya anda berhati-hati jika menentukan kapan pembalikan arah. Sebaiknya anda menunggu konfirmasi beberapa vela um truque menentukan harga sudah menembus MA atau belum. Selain dua MA, banyak juga trader yang menggunakan sekaligus 3 MA untuk analisis, Misalnya MA (5). MA (20) dan MA (50). Dua MA dengan periode pendek digunakan sebagai sinyal untuk trading jangka pendek. Sedangkan MA dengan periode paling panjang digunakan untuk mengetahui tendência utama yang sedang terjadi. Dengan mengetahui tendência utama, anda bisa mengatisipasi. Misalnya bila membuka posisi berlawanan dengan trend utama, anda bisa mengurangi margem yang digunakan, supaya resiko tidak terlalu besar. Pada prinsipnya MOving Média bisa membantu trader untuk trading. Nah, periode apayang perlu dipakai. Periode yang umum dipakai adalah 200, 100, 50, 20, dan 5. Bila dipakai pada gráfico harian, periode 200 dipakai untuk mengetahui tendência tahunan. Periode 100 untuk mengetahui trend selama setengah tahun. Periode 50 untuk mengetahui trend selama 3 bulanan. Periode 20 untuk mengetahui trend dalam waktu mingguan. Sedangkan periode 5 baik digunakan untuk mengetahui tendência harian.

No comments:

Post a Comment